BLOG DETAIL

Kelebihan Bootstrap dan Cara Menggunakannya

21 Apr 2024 admin

Kelebihan dan kekurangan Bootstrap

Beberapa kelebihan Bootstrap di antaranya adalah mudah digunakan. Sebab, fitur-fitur yang ada di dalam Bootstrap terbilang mudah untuk dipelajari serta memiliki banyak tutorial maupun forum online.

Kedua, Bootstrap Image System di mana framework ini dapat menangani tampilan gambar dan responsivitas menggunakan aturan HTML dan CSS yang telah ditentukan. Ketiga, meminimalisasi bug antar browser dan fitur kustomisasi yang lengkap.

Keempat, meningkatkan konsistensi desain karena penggunaaan Bootstrap memungkinkan front-end team dan back-end mengacu pada referensi yang sama sehingga menciptakan kesamaan. Selain itu, beberapa kelebihan lainnya dari Bootstrap dapat kamu lihat dari fungsi-fungsi Bootstrap yang sudah dijelaskan di atas.

Adapun kekurangan dari Bootstrap framework sendiri antara lain:
 

  1. Berisiko membuat website menjadi lebih lambatSaat pertama kali diunduh, ukuran file Bootstrap memang tidak begitu besar. Namun, di dalamnya berisi file CSS, jQuery, dan JavaScript yang akan digunakan untuk membangun website. Seiring perkembangan membuat website, maka file yang digunakan pun akan semakin banyak alhasil website semakin berat. Untuk itu, gunakan class Bootstrap sesuai dengan kebutuhan saja ya.

     
  2. Gaya visual hampir selalu samaHampir semua gaya visual Bootstrap memang hampir selalu sama sehingga pengguna perlu melakukan banyak penyesuain gaya agar hasilnya tidak monoton. Sebab, website akan memiliki komponen desain, struktur, dan navigasi yang sama bila tidak disesuaikan kembali sehingga website akan kurang menarik.

     
  3. Memerlukan proses pembelajaranSaat menggunakan Bootstrap, pengguna perlu banyak mempelajari cara penggunaannya dan menghapal berbagai CSS class yang akan digunakan. Tak hanya itu, pengguna juga perlu mempelajari, beradaptasi, dan menyesuaikan sistem grid yang digunakan oleh Bootstrap.
     

Cara menggunakan Bootstrap

Berikut beberapa cara menggunakan Bootstrap:

  1. Include file CSS dan JavaScript Bootstrap: Kamu dapat menambahkan file CSS dan JavaScript Bootstrap ke halaman web dengan menambahkan tag link dan script pada head HTML.
  2. Buat struktur HTML: Buat struktur HTML untuk halaman web menggunakan elemen HTML seperti div, header, footer, dan lainnya.
  3. Tambahkan class Bootstrap: Tambahkan class Bootstrap ke elemen HTML untuk mengubah tampilannya. Misalnya, class “container” dapat digunakan untuk membatasi lebar konten.
  4. Gunakan komponen UI Bootstrap: Bootstrap menyediakan berbagai komponen UI seperti navbar, jumbotron, modal, dan lainnya. Tambahkan komponen-komponen ini ke halaman web dengan menambahkan class yang sesuai.
  5. Buat responsif: Bootstrap dirancang untuk responsif, artinya halaman web akan tampil dengan baik di perangkat berukuran berbeda.
  6. Sesuaikan dengan kebutuhan: Kamu dapat menyesuaikan halaman web dengan menambahkan CSS tambahan, memodifikasi class Bootstrap, atau menambahkan JavaScript.
     

Ada juga cara lain menggunakan Bootstrap, yakni: 

  • Membuat tabel dengan menggunakan class “table”
  • Mengatur tampilan gambar dengan class “img-responsive”, “img-rounded”, “img-circle”, dan “img-thumbnail”.
  • Membuat panel menggunakan class “panel”.
  • Membuat tombol dengan class “btn”.
  • Membuat alert atau pesan peringatan dengan class “alert”.

Itulah ulasan lengkap mengenai Bootstrap yang merupakan framework CSS open-source yang cukup terkenal di kalangan developer untuk membantu mempersingkat waktu saat pengembangan website.

*sumber:https://www.biznetgio.com*

Bagikan artikel ini: