BLOG DETAIL

Apa itu Propagasi DNS

04 Jun 2024 admin

Apakah Anda tak bisa mengakses domain yang baru saja Anda beli? Padahal layanan hosting sudah aktif dan domain Anda sudah terdaftar. Tenang, jangan panik dulu. Hal itu bisa disebabkan oleh propagasi DNS. 

Namun, apa itu propagasi DNS? Untuk lebih jelasnya, di artikel ini kami akan jelaskan pengertian, cara mengecek, dan cara mempercepatnya. Jadi, domain Anda bisa segera diakses banyak orang. Penasaran bagaimana penjelasannya? Yuk simak artikel ini sampai selesai ya. 

Apa itu Propagasi DNS? 

Propagasi DNS adalah waktu yang dibutuhkan untuk update DNS ke server saat baru membeli domain. Langkah ini perlu dilakukan untuk menyamakan informasi DNS ke semua server yang tersebar di sejumlah lokasi. Sehingga domain dapat berfungsi dengan benar dan stabil. 

Selama proses propagasi ini berjalan, Anda dan pengunjung tidak akan dapat mengakses website tersebut. Bahkan, jika website Anda merupakan migrasi dari server lain, akses menuju website tersebut kemungkinan juga tak dapat dilakukan saat proses propagasi DNS. 

Nah, update informasi ke semua server memiliki waktu yang berbeda-beda. Apapun DNS tercepat yang Anda gunakan, propagasi umumnya membutuhkan waktu sekitar 24 hingga 48 jam. 

Akan tetapi, lama cepatnya propagasi DNS dapat berbeda-beda. Sebab ada beberapa hal yang dapat menyebabkan proses ini lebih lama.

Apa yang Mempengaruhi Proses Propagasi DNS? 

Meski Anda telah melakukan cara setting DNS, proses propagasi terkadang memang membutuhkan waktu yang lama. Hal itu dapat terjadi karena beberapa pengaruh berikut: 

1. Internet Service Provider (ISP) 

Lamanya propagasi DNS ternyata juga bisa disebabkan oleh provider internet Anda. Sebab, ISP harus mengupdate DNS (domain name server) mereka saat Anda mengakses server hosting yang baru. 

Nah, kendalanya, terkadang ISP memakai cache memori yang besar sehingga menyebabkan proses refresh jaringan internet atau update DNS akan sangat lama. Sehingga akan berimbas ke lamanya propagasi DNS. 

2. Perubahan DNS Cache 

Dalam propagasi DNS, seluruh DNS pada website perlu mengupdate informasi domain baru. Nah, biasanya informasi domainnya disimpan dalam cache. Selengkapnya tentang cache bisa Anda pelajari di artikel apa itu cache.

DNS cache tersebut berfungsi untuk mempermudah pencarian domain. Sehingga, ketika ada pengunjung yang ingin mengakses suatu website, informasi domainnya sudah tersedia di dalam cache.

Nah, ketika ada domain yang mengarah ke IP address baru, seluruh DNS cache harus di-update ke alamat yang baru. Proses inilah yang menyebabkan propagasi domain membutuhkan waktu yang lebih lama.

3. Perubahan Informasi WHOIS 

WHOIS adalah tool yang digunakan untuk mengetahui identitas pemilik domain, seperti nama, alamat, email, nomor telepon, administratif, dan kontak teknikal. 

Nah, ketika Anda membeli domain baru, Whois akan mengupdate informasi pemilik domainnya dalam database. Hal inilah yang dapat mempengaruhi lamanya propagasi domain. 

4. Registrar Domain 

Registrar atau tempat pendaftaran nama domain juga dapat mempengaruhi lamanya propagasi DNS. 

Biasanya nama domain internasional atau TLD (Top Level Domain) seperti .COM, .NET, atau .ORG, memiliki proses propagasi yang lebih cepat. Sementara itu, nama domain lokal atau ccTLD memiliki respon yang lebih lambat.

*sumber : www.niagahoster.co.id*

Bagikan artikel ini: